Amalan di Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah

Bulan Ramadhan, bulan dimana umat muslim diwajibkan menunaikan rukun Islam yang ke-3 dan ke-4, yaitu puasa dan zakat. Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh kebaikan dan ampunan, setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan dan setiap dosa akan diampuni bagi hamba yang memohon ampun (bertaubat) serta menjalankan ibadah dengan ikhlas.

Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika kita melewatkan bulan ramadhan begitu saja tanpa meningkatkan amalan-amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini beberapa amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk ditingkatkan pada bulan ramadhan.

Jangan lupa pelajari juga : Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa yang Benar

Amalan di Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah

Amalan di Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah

Selain menjalankan ibadah wajib dibulan Ramadhan, kita juga di anjurkan untuk meningkatkan ibadah sunnah sebagai pelengkap. Amalan sunnah itu seperti reward atau bonus bagi yang menjalakan, sebab akan mendaptkan pahala.

1. Tadarrus Al Quran

Sudah banyak disampaikan oleh alim ulama tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, salah satunya yatiu 1 huruf akan diganjar dengan 10 kebaikan. Sebagaimana hadits Rasulullah yang diriwatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, yang artinya :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).

Dan melebihkan atau merutinkan bertadarrus Al-Quran merupakan kebiasaan Rasulullah dan para sahabat sebagaimana hadits berikut ini :

Hadits riwayat Ibnu Abbas radiallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Rasulullah. adalah orang yang paling pemurah terlebih-lebih dalam bulan Ramadhan, bulan dimana beliau selalu ditemui Jibril. Jibril menemuinya setiap bulan Ramadhan untuk bertadarrus Al Quran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mengkhatamkan Al Quran

Amalan menghatamkan Al-Qur’an ini dicontohkan oleh para salafussholih, berikut ini dasar riwatnya :

Imam Syafi’i rahimahullah mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap bulan Ramadhan sebanyak 60 kali, dan setiap bulannya mengkhatamkan sebanyak 30 kali” (Ar’Rabi’ (murid Imam Syafi’i))

“Al-Rabi’ berkata : “Imam al-Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali. Aku bertanya : “Apakah didalam shalat pada bulan Ramadhan ?”. Ia menjawab : ”benar”.

Bagi seseorang yang sudah lancar membaca dengan baik dan benar, hal ini akan menjadi menyenangkan bukan menjadi beban. Namun bagi orang yang sedang tahap belajar bisa jadi memberatkan. Walau begitu kita tetap harus berusaha untuk membaca dan mempelajari cara baca Al-Qur’an dengan benar. Karena bagi orang yang sedang belajar Al-Qur’an mereka mendapatkan 2 pahala. Sebagaimana keterangan didalam hadits berikut :

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

3. Menyegerakan Berbuka

Menyegerakan berbuka puasa adalah kebiasaan atau sunnah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ada banyak hadits yang meriwayatkan tentang sunnah nabi menegerakan berbuka. Berikut ini beberapa hadits tersebut :

Beliau, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa sebelum melakukan sholat magrib dengan ruthob, jika tidak ada ruthob maka beliau berbuka tamar dan jika tidak ada tamar maka beliau meminum beberapa teguk air putih”. HR Abu Dawud (no. 2356)

Dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Selain sebagai sunnah nabi, orang yang menyegerakan berbuka adalah orang yang di cintai oleh Allah Ta’ala . Sebagaimana firman Allah yang terkandung di dalam hadits qudsi berikut ini :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Allah Ta’ala berfirman, “Sesunggunya hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan ifthar (berbuka)”

Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengawali berbuka puasa yaitu dengan memakan Kurma 

“Dari Anas bin Malik, ia berkata : Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah),  jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air” (HR. Abu Dawud (no. 2356))

4. Makan Sahur

Sahur merupakan aktivitas makan pada malam hari (umumnya menjelang subuh) saat akan menjalankan ibadah puasa. Saat akan menjalankan puasa, kita sangat dianjurkan untuk sahur, karena saat sahur mengandung berkah, sebagaimana hadits berikut :

Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Memberi Makan Orang Yang Berbuka

Pada bulan ramadhan semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan amalan terbaik. Sering kali kita lihat sekumpulan orang membagi-bagikan takjil dan makanan untuk berbuka puasa. Hal ini dilakukan semata-mata demi mendapatkan ridho Allah subanahu wa ta’ala dan menjalankan sunnah nabi. Sebagaimana sabda berikut ini,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Menurut Al Munawi rahimahullah, memberikan makan untuk berbuka puasa boleh dengan makan malam atau dengan kurma. Jika tidak mampu dengan kedua hal tersebut, bisa juga dengan seteguk air.

6. Memperbanyak Bersedekah

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku dermawan dan suka bersedekah. Ada banyak keistimewaan orang yang senang bersedekah, terlebih lagi pada bulan Ramadhan. Sebagaimana hadits berikut,

Rasulullah ditanya: “Sedekah manakah yang paling utama? beliau menjawab: Sedekah di Bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).

7. Sholat Qiyyamul Ramadhan (Sholat Tarawih)

Bulan Ramadhan tidak terlepas dari ibadah sunnah sholat Tarawih. Ibadah sholat tarawih pada umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid / mushola. Namun perlu kita ketahui bahwa sholat tarawih juga bisa kita laksanakan sendiri dirumah.

Hal tersebut pernah dilakukan oleh Rasulullah lantaran merasa khawatir shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut berjamaah.

Berikut ini dalil tentang sholat tarawih,

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat Dia, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Dia salat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti salat nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. –

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Dia bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. I ’Tikaf di Masjid

I’tikaf adalah menetap di masjid selama beberapa waktu dengan tujuan atau niat untuk beribadah kepada Allah. Pada dasarnya i’tikaf bisa dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan dilakukan pada bulan ramadhan terutama pada 10 hari terakhir. Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang terkandung didalam hadits berikut :

Dari ummul mu’minin ‘Aisyah, beliau berkata,

“Nabi salallahu ‘alaihi wassalam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan, hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama bersepakat bahwa beri’tikaf hanya bisa dilakukan di masjid yang ditegakan sholat 5 waktu. Dan Imam Syafi’i menambahkan syarat lain yaitu masjid harus digunakan untuk sholat jum’at, supaya orang yang melakukan i’tikaf tidak perlu pindah masjid pada hari jum’at.

9. Perbanyak Dzikir, Istighfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt

Bulan ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan ampunan bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh memohon ampunan kepada Allah. Sebagaimana janji Allah yang terkandung didalam firman-Nya.

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi]

Ditambah lagi doa orang yang sedang berpuasa tidak akan tertolak, sebagaimana hadits berikut ini :

”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi.” [HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi]

Jadi sangat disayangkan jika kita tidak sungguh-sungguh berdoa dan memohon ampun dibulan Ramadhan.

10. Umroh di Bulan Ramadhan

Melakukan umroh pada bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Nilai pahala untuk orang yang melakukan umroh dibulan ramadhan sama dengan pahala haji, bahkan sama senilai dengan haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,

مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا

Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?

Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. –

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).

Dalam lafadz Muslim disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Dalam lafadz Bukhari yang lain disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku” (HR. Bukhari no. 1863).

Apakah ibadah umrah di bulan Ramadhan bisa menggantikan ibadah haji yang wajib?

Fatawa Nur ‘ala Darb, Syaikh Ibnu Baz :

Orang yang berumrah di bulan Ramadhan masih memiliki kewajiban haji walau ia telah melaksanakan umrah Ramadhan, demikian pendapat seluruh ulama. Jadi, umrah Ramadhan senilai dengan haji dari sisi keutamaan dan pahala. Namun tetap tidak bisa menggantikan haji yang wajib.

Jika masih punya hutang puasa ramadhan sebaiknya segera lunasi. Belum tahu niatnya? Silahkan baca : Niat Puasa Qadha Ramadhan

Demikianlah 10 Amalan di Bulan Ramadhan Sesuai Sunnah, semoga kita semua dimudahkan untuk menjalakan ibadah wajib maupun sunnah saat ramadhan telah tiba. Sekian kajian yang kami bagikan di website Kajiandoa.com, semoga dapat bermanfaat.

Tinggalkan komentar