Bacaan Sujud Sahwi, Sebab dan Cara Melakukannya

Bacaan Sujud Sahwi – Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, bahkan ketika melakukan ibadah seperti dalam sholat terkadang seseorang lalai bahkan lupa ada rukun yang belum dikerjakan.

Ketika seseorang ada kekeliruan saat mengerjakan sholat, disunnahkan untuk memperbaikinya dengan melakukan sujud sahwi. Sebagaimana keterangan dalam hadits berikut :

Hadits Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim no. 571)

Sujud Sahwi adalah sujud dua kali setelah tasyahud akhir untuk memperbaiki kesalahan saat sholat karena lupa. Misalnya lupa berapa kali rakaat yang sudah dikerjakan atau lupa tasyahud awal, dll.

Bacaan Sujud Sahwi dan Sebabnya

Bacaan Sujud Sahwi

Berikut bacaan sujud sahwi dan penjelasannya :

Bacaan Pertama,

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو

“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw”

Artinya : “Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa”

Doa sujud sahwo diatas sangat populer di masyarakat, namun perlu diketahui bahwa bacaan diatas hanya anjuran sebagian ulama dan tidak didukung dengan dalil.

Bacaan sujud sahwi tersebut disebutkan oleh An Nawawi rahimahullah dalam Roudhotuth Tholibiin, 1/116, Mawqi’ Al Waroq.

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,

قَوْلُهُ : سَمِعْت بَعْضَ الْأَئِمَّةِ يَحْكِي أَنَّهُ يَسْتَحِبُّ أَنْ يَقُولَ فِيهِمَا : سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو – أَيْ فِي سَجْدَتَيْ السَّهْوِ – قُلْت : لَمْ أَجِدْ لَهُ أَصْلًا .

“Perkataan beliau, “Aku telah mendengar sebagian ulama yang menceritakan tentang dianjurkannya bacaan: “Subhaana man laa yanaamu wa laa yas-huw” ketika sujud sahwi (pada kedua sujudnya), maka aku katakan, “Aku tidak mendapatkan asalnya sama sekali.” (At Talkhis Al Habiir, 2/6)

Bacaan Kedua,

Untuk bacaan yang kedua sama dengan bacaan sujud waktu sholat seperti biasanya, yaitu :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

“Subhaana robbiyal a’laa”

Artinya : “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”

atau,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.”

Artinya : “Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku”

Dalam salah satu kitab fiqih Syafi’iyah (Mughnil Muhtaj) – disebutkan, “Tata cara sujud sahwi sama seperti sujud ketika shalat dalam perbuatann wajib dan sunnahnya, seperti meletakkan dahi, thuma’ninah (bersikap tenang), menahan sujud, menundukkan kepala, melakukan duduk iftirosy ketika duduk antara dua sujud sahwi, duduk tawarruk ketika selesai dari melakukan sujud sahwi, dan dzikir yang dibaca pada kedua sujud tersebut adalah seperti dzikir sujud dalam shalat.”

Tata Cara Shalat Istikharah : Niat, Doa, Waktu dan Keutamaan

Tata Cara Sujud Sahwi

Seperti yang dijalaskan pada hadits diawal artikel ini, sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud diakhir shalat baik sebelum salam maupun sesudah salam. Ketika akan sujud disyari’atkan mengucapkan takbir “Allahu Akbar”, begitu juga ketika akan bangkit dari sujud. Berikut contoh cara melakukan sujud sahwi :

Cara melakukan sujud sahwi sebelum salam :

Hadits ‘Abdullah bin Buhainah,

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Cara melakukan sujud sahwi sesudah salam :

Hadits Abu Hurairah,

فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi setelah salam ditutup lagi dengan salam, sebagaimana penjelasan dari hadits berikut :

Hadits ‘Imron bin Hushain,

فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ.

Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)

Doa Untuk Kedua Orang Tua Sesuai Sunnah

Apa Sebab Sujud Shawi ?

Ada beberapa hal yang mengharuskan kita untuk mengerjakan sujud sahwi, diantaranya :

#1 Karena adanya kekurangan

  • Meninggalkan rukun shalat. Seperti lupa ruku’ dan sujud.
  • Meninggalkan wajib shalat. Seperti tasyahud awwal.

#2 Karena adanya penambahan

  • Jika seseorang lupa bahwa sudah menambah satu rakaat, lalu ia ingat di tengah-tengah rakaat tambahan tersebut hendaklahnya langsung duduk melakukan tasyahud akhir lalu salam. Setelah salam lakukan sujud sahwi.
  • Jika ingat tambahan rakaatnya setelah selesai shalat (sesudah salam), maka lakukan sujud sahwi ketika ingat lalu salam.

#3 Karena adanya keraguan

  • Jika ragu-ragu dalam jumalah rakaat – contoh ragu telah melakukan sholat tiga atau empat raka’at
    Yang pertama, jika mampu mengingat serta menguatkan keraguan tadi maka pilih yang di anggap yakin, selesaikan shalat dan sujud sahwi setelah salam.
    Yang kedua, Jika tidak mampu mengingat dan menguatkan keraguan tadi maka pilih yang paling sedikit (yang diyakini), sujud sahwi sebelum salam.

Demikianlah pemabasan kita di website kajiandoa.com tentang bacaan sujud sahwi yang meliputi sebab sujud sahwi dan cara sujud sahwi. Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat bermanfaat.

Tinggalkan komentar