Bacaan Doa Ketika Hujan dan Ada Petir Sesuai Sunnah

Doa Ketika Hujan – Hujan merupakan turunnya butir-butir air dari atmosfer yang terbentuk melalui proses kondensasi uap air. Hujan memberikan banyak manfaat untuk makhluk hidup dibumi, karena menjadi salah satu sumber kehidupan untuk semua makhluk dibumi tak terkecuali manusia.

Bagi orang muslim, hujan merupakan rahmat dari yang maha kuasa yang selayaknya di syukuri. Namun masih banyak dari kita ketika turun hujan malah berkeluh kesah.

Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita ketika turun hujan untuk berdoa. Bahkan saat hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk meminta atau berdoa pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebagaimana hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya :Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078)

Dan untuk teman-teman yang belum hafal atau belum tahu doa ketika hujan silahkan simak beberapa doa yang di sunnahkan di baca saat hujan dengan beberapa situasi.

Doa Ketika Hujan dan Ada Petir

Doa Ketika Hujan

اَللهُمَّ صَيّبًا نَافِعًا

‘Allahumma Shayyiban Hani’a’

Artinya : “Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat”

Sebagaimana hadits dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ  اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Artinya :Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa Ketika Hujan Deras

Saat hujan deras biasanya akan disertai dengan angin kencang, kilat dan juga petir. Hal tersebut biasanya membuat kita merasa takut, khawatir serta gelisah jika hujan ini menjadi musibah.

Jika kita berada dalam kondisi tersebut, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan pada kita untuk berdoa agar terhindar dari bahaya.

Berikut ini doa yang diajarkan oleh Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa salam:

اللهُمَّ حَوَ اليْنَا وَلاَ عَليْنَا , الَّلهُمَّ عَلى الاْكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظَّرَابِ وَبُطُو نِ الْاَودِيَةِ وَمَنَا بِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya : “Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami dan bukan membuat bahaya kepada kami. Ya Allah turunkanlah hujan di daerah dataran tinggi, gunung, bukit, perut lembah dan tempat pohon tumbuh” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syekh Shohih As Sadlan mengatakan doa tersebut dapat dibaca ketika terjadi hujan lebat tersebut akan membawa bahaya. (Dzikru wa Tadzkir, 28 Asy Syamilah)

Doa Ketika Hujan Reda

Tidak hanya saat hujan saja kita dianjurlan untuk berdoa, namun setelah hujan selesai dianjurkan bagi kita untuk berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Berikut ini doa setelah hujan reda :

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

“Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih”

Artinya : “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah”

Sebagaimana hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

Dari Zaid bin Kholid Al Juhani, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat shubuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan turun pada malam harinya. Tatkala hendak pergi, beliau menghadap jama’ah shalat, lalu mengatakan, ”Apakah kalian mengetahui apa yang dikatakan Rabb kalian?” Kemudian mereka mengatakan,”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِى مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ. فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِى وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا. فَذَلِكَ كَافِرٌ بِى مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan ’Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih’ (Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah), makadialah yang beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari no. 846 dan Muslim no. 71).

Bacaan Doa Setelah Wudhu yang Shahih

Doa Ketika Ada Petir

Hujan biasanya berbarengan dengan adanya kilat dan petir. Petir atau halilintar merupakan kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh yang disebabkan bertemunya awan bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–);

Ketika ada petir biasanya ada kilatan yang merambat di langit dan suara gemuruh yang mampu membuat orang mendengarkannya merasa takut. Karena hal tersebut, kita disarankan untuk mengucapkan doa. Berikut ini doa yang dibaca ketika ada petir oleh para sahabat :

Dari ‘Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma tatkala mendengar suara petir, beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

Subhanalladzi sabbahat lahu

Artinya : “Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya”

Lalu beliau mengatakan, ”Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya.” (Disebutkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 722. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Apabila ’Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih

Artinya : “Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya”

Demikianlah doa ketika hujan dan doa ketika ada petir yang di sunnahkan, semoga kita amalan sunnah tersebut. Selain berdoa, masih ada beberapa amalan sunah ketika hujan turun, diantranya :

Tata Cara dan Doa Sebelum Wudhu Beserta Gambarnya

Amalan Ketika Hujan

Mengambil Berkah dari Air Hujan

Selain menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa, kita juga bisa ngalap berkah atau mengambil berkah dari air hujan. Hal tersebut pernah di contohkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwatkan dalam hadits berikut :

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى

“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120)

An Nawawi menjelaskan,

“Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat. Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkah) darinya.” (Syarh Shahih Muslim, 6/195).

Berwudhu dengan Air Hujan

Air hujan merupakan termasuk kedalam jenis air yang suci yang dan mensucikan sehingga bisa digunakan untuk bersuci seperti wudhu. Sebagaimana firman Allah berikut :

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

“Dialah yang menurunkan kepada kalian hujan dari langit yang mensucikan kalian.” (QS. al-Anfal: 11)

Allah juga berfirman,

وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang bisa digunakan untuk bersuci. (QS. al-Furqan: 48).

Dan Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam pernah mencontohkan berwudhu menggunakan air hujan, sebagaimana yang terdapat dalam hadits berikut :

كَانَ يَقُوْلُ إِذَا سَالَ الوَادِي ” أُخْرُجُوْا بِنَا إِلَى هَذَا الَّذِي جَعَلَهُ اللهُ طَهُوْرًا فَنَتَطَهَّرُ بِهِ “

Apabila air mengalir di lembah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Keluarlah kalian bersama kami menuju air ini yang telah dijadikan oleh Allah sebagai alat untuk bersuci”. Kemudian kami bersuci dengannya.” (HR. Baihaqi 3/359 dan dishahihkan dalam Irwa al-Ghalil no. 679).

Itulah amalan sunnah yang di ajarkan Rasulullah ketika turun hujan. Masih ada beberapa amalan lain yang belum saya tulis dalam artikel ini, insyaallah dilain waktu akan saya lengkapi lagi. Mari kita sama-sama belajar doa ketika hujan dan belajar mengamalkan amalan sunnah lain saat hujan.

Semoga apa yang kami rangkum dalam artikel ini bermanfaat, simak terus kajiandoa.com karena masih banyak hal yang ingin kami sampaikan.

Tinggalkan komentar