Doa untuk Anak yang Baru Lahir, Dalil dan Hikmahnya

Doa untuk Anak yang Baru Lahir – Kelahiran buah hati merupakan suatu proses yang dinanti-nanti oleh para orang tua. Jeritan tangis buah hati yang baru lahir akan diikuti dengan tangis bahagia keluarga yang sudah menantinya, terutama seorang Ibu yang telah mengandung 9 bulan lamanya. Sakitnya proses melahirkan, perlahan akan tersamarkan dengan bahagiannya memandang elok sangat jabang bayi.

Namun raya bahagia saja tidak cukup, sebagai seorang yang beriman tentu kita harus banyak bersyukur mendapatkan anugerah dari Allah Ta’ala yang begitu besar yaitu dipercaya untuk merawat, menjaga dan mendidik seorang anak.

Selain bersyukur, kita dianjurkan membacakan doa untuk bayi yang baru lahir supaya orang tua dan anak yang baru dilahirkan mendapatkan keberkahan.

Doa untuk Anak yang Baru Lahir Bahasa Arab

Bacaan Doa untuk Anak yang Baru Lahir

Tidak ada lafadz khusus untuk doa bayi yang baru lahir, kita bisa mendoakan bayi dengan bahasa apapun yang kita pahami.

Sebagai contoh, berikut ini bacaan atau lafadz doa baru lahir bahasa arab dan artinya :

اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

Tata Cara Mendoakan Bayi Baru Lahir

Berikut ini runtunan cara membacakan doa untuk bayi baru lahir :

  • Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan
  • Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
  • Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan (seperti contoh diatas)
  • Membaca surat al-Ikhlâsh pada telinga bayi sebelah kanan
  • Membaca surat al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
  • Membaca ayat Q.S. Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan

وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

Artinya : “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

  • Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ  وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin

Artiya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

Itulah tata cara mendoakan bayi yang baru lahir. Sedangkan doa untuk kelahiran anak teman atau saudara bisa langsung bacakan doa seperti contoh diatas tanpa membacakan adzan dan iqamah.

Dalil Mendoakan Bayi Baru Lahir

Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ، وَدَفَعَهُ إِلَيَّ

“Ketika anakku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau memberi nama bayiku, Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendoakannya dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku. (HR. Bukhari 5467 dan Muslim 2145).

Hal yang sama juga dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putra Asma bintu Abu Bakr, yang bernama Abdullah bin Zubair. Sesampainya Asma hijrah di Madinah, beliau melahirkan putranya, Abdullah bin Zubair. Bayi inipun dibawa ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Asma mengatakan,

ثُمَّ دَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا، ثُمَّ تَفَلَ فِي فِيهِ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ دَخَلَ جَوْفَهُ رِيقُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ دَعَا لَهُ، وَبَرَّكَ عَلَيْهِ

“..Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minta kurma, lalu beliau mengunyahnya dan meletakkannya di mulut si bayi. Makanan pertama yang masuk ke perut si bayi adalah ludah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mendoakannya dan dan memohon keberkahan untuknya.” (HR. Bukhari 3909).

Hikmah Doa untuk Anakan Baru Lahir

1. Memohon Keberkahan untuk si Anak

Berdasarkan keterangan hadits diatas, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa memohon keberkahan untuk sang bayi. Dengan memohon keberkahan kita berharap kelak anak tersebut bisa menjadi orang yang baik akhlaknya, taat kepada agama, taat kepada orang tua dan lain sebagainya.

2. Memohon Perlindungan dari Godaan Setan

Hal ini dipraktekan oleh istri ‘Imran yang merupakan ibunya Maryam, sebagaimana Allah ceritakan didalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 36 berikut ini :

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 36).

Allah mengabulkan doa ibunya Maryam, ketika Maryam lahir ia tidak diganggu oleh setan, demikian juga ketika Nabi Isa lahir.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا

Setiap bayi dari anak keturunan adam akan ditusuk dengan tangan setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia berteriak menangis, karena disentuh setan. Selain Maryam dan putranya. (HR. Bukhari 3431). Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, membaca surat Ali Imran ayat 36 di atas.

Baca juga :

Demikianlah pembahasan kita tentang doa untuk anak yang baru lahir beserta dalil dan hikmahnya, semoga apa yang kami sampaikan di Kajiandoa.com kali ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu kita. Aamiin

Tinggalkan komentar