Niat Puasa Ramadhan dan Doa Berbuka Puasa yang Benar

Niat Puasa Ramadhan – Puasa ramadhan 2018 sudah berlalu, sekarang kita sudah memasuki bulan kedua ditahun 2019 dan bulan ramadhan 2019 akan segera tiba. Berdasarkan kalender puasa 2019 yang sudah saya bagikan, bulan ramadhan bertepatan pada bulan Mei.

Seperti yang kita ketahui, bulan ramadhan ada bulan suci dimana umat muslim yang sudah memenuhi syarat seperti baligh, berakal sehat dan mampu berpuasa maka berkewajiban melaksanakan puasa satu bulan penuh.

Puasa Ramadhan merupakan puasa wajib yang harus dijalankan umat muslim pada bulan ramadhan. Jika seorang muslim yang telah memenuhi syarat wajib puasa dengan sengaja tidak menjalankan puasa ramadhan tanpa ada alasan kuat seperti sakit, haid, dll. maka dosa besar baginya dan diwajibkan untuk mengganti puasa pada bulan lain.

Berbeda jika seseorang memiliki alasan kuat untuk tidak menjalakan puasa pada bulan ramadhan seperti sakit, haid, sudah tua dan tidak mampu berpuasa, mereka diberikan keringanan untuk tidak berpuasa namun tetap wajib mengganti pada bulan berikutnya atau membayar fidyah bagi yang tidak mampu puasa.

Bagi yang masih memiliki hutang puasa pada bulan ramadhan sebelumnya, sebaiknya segera di ganti/qadha. Jika belum tahu niatnya, silahkan baca Niat Puasa Qadha Ramadhan

Kewajiban puasa pada bulan ramadhan tersebut disampaikan Allah subhanahu wa ta’ala melalui firmannya yang terkandung di dalam Q.S Al-Baqarah Ayat 183-185, yang artinya :

[183] Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

[184] (yaitu) dalam beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yg sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yg ditinggalkan itu pada hari-hari lain. Dan wajib bagi orang-orang yg berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yg dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yg lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

[185] (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur

Untuk menyambut bulan suci ramadhan mari kita sama-sama pelajari seperti apa niat puasa ramadhan, kapan waktu berniat puasa ramadhan, doa berbuka yang benar, dan beberapa point lainnya. Jadi tidak hanya sekedar membuat status di media sosial Marhaban ya Ramadhan, namun kita pelajari ilmunya supaya puasa kita juga baik. Yuk simak..

Bacaan Niat Puasa Ramadhan yang Benar

Lafadz Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَ

Nawaitu sauma ghodin an adaa’i fardhisyahri romadhoona haadzihissanati lillahita aalaa

Artinya : “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”

Kapan Niat Puasa Ramadhan ini dibaca ?

Niat puasa ramadhan harus dibaca atau diniatkan saat malam hari atau sebelum masuk waktu subuh. Jika sudah memasuki waktu subuh maka puasa tersebut batal atau tidak ada puasa baginya. Hal tersebut berdasarkan hadits berikut ini,

Hadis dari Hafshah radhiallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من لم يُبَيِّتِ الصيامَ من الليل فلا صيامَ له

Barangsiapa yang belum berniat puasa di malam hari (sebelum subuh) maka puasanya batal.” (HR. An Nasa’i dan dishahihkan Al Albani)

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُجْمِعِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ

Barangsiapa yang belum berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud, Ibnu khuzaimah, baihaqi)

Niat Puasa Ramadhan, Setiap Hari atau Sekali dalam Sebulan?

Pada dasarnya ketika kita sadar bahwa besok harus puasa, maka kita sudah dianggar berniat tanpa harus mengucapkan lafadz diatas. Apalagi jika kita sahur, tentu hal tersebut karena kita benar-benar niat menjalankan puasa.

Berdasarkan informasi yang kami kutip dari website konsultasi syariah, kita boleh berniat puasa ramadhan satu kali diawal bulan. Namun jika puasanya terputus, kita harus berniat lagi karena telah memutuskan bulan ramadhan dengan meninggalkan puasa.

Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah (Shahih)

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Orang yang melaksanakan puasa mendapatkan dua kebahagian sekaligus, yang pertama kebahagiaan di dunia dan yang kedua kebahagiaan di akhirat.

Kebahagiaan di dunia yaitu ketika berbuka puasa. Kenapa? karena boleh melakukan kembali hal-hal yang dilarang saat puasa, seperti makan, minum dan lain sebagainya. Selain itu, ada kepuasan batin yang tak terucap karena telah menyelesaikan puasa yang penuh dengan tantangan demi mendapatkan ridho dari Allah ta’ala.

Saat berbuka puasa kita di anjurkan untuk membaca doa buka puasa, sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmati Allah. Lantas seperti apa doa berbuka puasa sesuai sunnah? berikut penjelasannya,

Ada beberapa doa berbuka puasa yang populer di masyarakat namun dinyatakan tidak shahih dikarenakan sanad hadits tersebut terputus, salah satunya yaitu :

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu”

(Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”

Hadits tentang doa tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (2/316, no. 358). Abu Daud, dari ‘Musaddad, dari Hasyim, dari Hushain, dari Mu’adz bin Zuhrah. Sedangkan Mu’adz bin Zuhrah adalah seorang tabi’in, sehingga hadits ini mursal (tidak ada perawi sahabat di atas tabi’in).

Doa di atas dinilai dhaif oleh Al-Albani, sebagaimana keterangan beliau di Dhaif Sunan Abu Daud 510 dan Irwaul Gholil, 4:38.

Hadits mursal merupakan hadits dho’if karena sebab sanad yang terputus.

Sedangkan doa puasa yang shahih, yaitu :

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah

Artinya : “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Berikut ini hadits lengkap tentang doa puasa sesuai sunnah tersebut :

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Kapan doa berbuka puasa tersebut dibaca ?

Berdasarkan keterangan yang kami dapat dari website konsultasisyariah.com, doa tersebut dibaca setelah seseorang yang puasa berbuka, dinilai dari arti doa tersebut.

Hal ini juga ditegaskan oleh Syiakh Ibnu Utsaimin, beliau mengatakan :

“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst. doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka.” (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)

Lalu bagaimana urutan berbuka puasanya?

Urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah:

1. Membaca basmalah sebelum membatalkan puasa seperti makan kurma atau minum (berbuka).

2. Mulai berbuka

3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst.

Demikianlah ulasan tentang niat puasa ramadhan dan doa berbuka puasa sesuai sunnah, semoga apa yang kami tulis di website kajiandoa.com ini dapat bermanfaat untuk kita semua.