Niat Zakat Fitrah, Hukum, Waktu dan Orang yang Berhak Menerima

Niat Zakat Fitrah – Pada kesempata kali ini Kajiandoa.com akan membagikan artikel tentang panduan mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri maupun orang yang kita tanggung nafkahnnya seperti istri, anak laki-laki maupun anak perempuan.

Seperti yang kita ketahui, Zakat Fitrah merupakan ibadah wajib yang harus di kerjakan setiap Muslim baik laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa maupun orang tua terutama yang mampu membayar.

Dalam melaksanakan zakat fitrah tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain niat zakat fitrah, waktu mengeluarkan zakat fitrah, siapa saja orang yang berhak menerima zakat fitrah dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, mari kita sama-sama mempelajari tata cara mengeluarkan zakat fitrah yang benar. Sehingga amal zakat fitrah kita akan menjadi catatan yang baik, insyaallah.

Niat Zakat Fitrah

Bacaan Niat Zakat Fitrah

Suatu amal akan diterima berdasarkan niatnya, baik itu amalan wajib maupun sunnah, tak terkecuali saat melaksanakan zakat fitrah.

Berikut ini beberapa niat zakat fitrah :

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Doa Menerima Zakat Fitrah

Tidak hanya orang yang mengeluarkan saja yang berdoa, namun bagi yang menerima zakat fitrah pun dianjurkan untuk berdoa. Adapun doa menerima zakat fitrah sebagai berikut :

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan ibadah wajib untuk setiap invidu Muslim laki-laki maupun wanita, kecil maupun dewasa, budak maupun merdeka. Berikut ini hadits yang menjelaskan tentang kewajiban zakat fitrah :

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ ، عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ، ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى ، مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada setiap orang merdeka maupun budak, laki-laki maupun wanita, dari kalangan kamu muslimin. (HR. Bukhari)

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewajibkan zakat fitrah dari Ramadhan kepada seluruh jiwa kaum muslimin baik orang merdeka maupun budak, laki-laki maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. (HR. Muslim)

Siapa saja yang wajib zakat fitrah ?

Dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, ulama Hanifiyah berpendapat bahwa yang wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah yang memiliki harta satu nisab yang lebih dari kebutuhan pokoknya (tempat tinggal, pakaian, kendaraan, peralatan rumah tangga serta kebutuhan keluarga).

Sedangkan menurut jumhur ulama, zakat fitrah wajib atas orang yang memiliki makanan pokok untuk dirinya dan orang yang ia nafkahi di malam Idul Fitri dan ketika Idul Fitri.

Waktu untuk Mengeluarkan Zakat Fitrah

Kapan waktu mengeluarkan zakat fitrah?

Ada banyak pendapat tentang waktu mengeluarkan atau menyerahkan zakat fitrah. Secara umum zakat fitrah ditunaikan pada bulan ramadhan sebelum sholat ‘ied. Jika menunaikannya setelah sholat ‘ied maka tidak dianggap sebagai zakat fitrah, melaikan sebagai sedekah saja.

Berdasarkan kutipan dari webiste Rumaysho.com, waktu yang afdol membayar zakat fitrah yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied.

Pendapat tersebut berlandaskan hadits berikut ini :

Hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Barangsiapa yang menunaikan zakat fithri sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Sedangkan waktu lain yang dianjurkan yaitu satu atau dua hari sebelum idul fithri, sebagaimana hadits shahih berikut ini :

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ – رضى الله عنهما – يُعْطِيهَا الَّذِينَ يَقْبَلُونَهَا ، وَكَانُوا يُعْطُونَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ

Dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya ‘Idul Fithri.” (HR. Bukhari no. 1511).

Selain kedua waktu tersebut, sebagian ulama ada yang membolehkan membayar zakat fitrah sejak awal bulan ramadhan.

Besarnya Zakat Fitrah

Berdasarkan hadits yang kami cantumkan pada point hukum zakat fitrah diatas, besarnya zakat fitrah yaitu satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, atau satu sha’ makanan pokok lannya.

Satu sha’ jika ditimbang setara dengan 2.7 kg. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan agar digenapkan 3 Kg sehingga lebih aman.

Orang yang Berhak Menerima

Siapa yang berhak menerima zakat fitrah? Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat fitrah, diantaranya :

  1. Al fuqara; orang-orang fakir
  2. Al masakin; orang-orang miskin
  3. Amil zakat
  4. Mualaf, yaitu orang-orang yang baru masuk Islam
  5. Ar riqab; budak yang dijanjikan merdeka oleh tuannya dengan membayar
  6. Al gharimun; orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar
  7. Fi sabilillah
  8. Ibnu sabil; musafir yang sedang menempuh perjalanan syar’i

Yang paling utama menerima zakat fitrah yaitu faqir miskin. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan kosong dan perbuatan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin” (Hr. Abu Daud; hasan)

Baca juga :

Demikianlah ulasan tentang panduan zakat fitrah, niat zakat fitrah, hukum zakat fitrah, besarnya zakat dan orang yang berhak menerima. Semoga apa yang kami sapaikan pada artikel ini dapat bermanfaat. Jangan lupa kunjungi terus Kajiandoa.com untuk mendapatkan kajian kajian lainnya.

Tinggalkan komentar