Puasa Sya’ban : Pengertian, Niat dan Keutamaan

Puasa Sya’ban – Bismillahirrahmanirrahim, segala puji kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Senang sekali kami bisa menyapa saudara-saudara sekalian. Seperti biasanya, ketika saya menyapa pasti akan ada yang kami bagikan dan pada kali ini kami akan membahas tentang puasa nisfu sya’ban mulai dari pengertian puasa nisfu sya’ban, niat puasa nisfu sya’ban hingga keutamaan puasa nisfu sya’ban. Baiklah, langsung saja kita bahas mulai dari urutan pertama.

Puasa Sya'ban : Pengertian, Niat dan Keutamaan

Pengertian Puasa Sya’ban

Bulan Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan tahun hijriyah, sedangkan Ramadhan ada bulan kesembilan. Jadi posisi bulan sya’ban yaitu sebelum bulan Ramadhan.

Dalam bulan sya’ban Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan puasa sunnah lebih banyak di bandingkan bulan-bulan lain. Sebagaimana yang terkandung dalam hadits shahih berikut ini :

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha,

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Aisyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Kenapa Rasulullah memperbanyak ibadah terutama ibadah puasa pada bulan sya’ban? Karena pada bulan sya’ban adlah salah satu waktu amal-amal dari para hamba di angkap menuju Rab. Hal ini juga pernah ditanyakan oleh sahabat Rasulullah yang bernama Usamah bin Zaid, berikut ini dalilnya :

Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ

Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.’” (HR. An Nasa’i 2357, Ahmad 21753, Ibnu Abi Syaibah 9765 dan Syuaib Al-Arnauth menilai ‘Sanadnya hasan’).

Lalu bagaimana dengan puasa nisfu sya’ban? Puasa Nisfu Sya’ban atau puasa pertengahan bulan sya’ban tentu tidak dilarang dan itu diperbolehkan, namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melakukan puasa pada bulan sya’ban tidak memilih-milih tanggal dan tidak ada keterangan tentang kapan tanggal amal akan di angkat menuju rab. Yang Rasulullah shallalhu ‘alaihi wa sallam lakukan yaitu memperbanyak puasa pada bulan sya’ban sebagaimana keterangan hadits-hadits shahih di atas.

Sebagai umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kita kita sangat di anjurkan untuk mengikuti sunnah-sunnahnya termasuk memperbanyak puasa pada bulan sya’ban. Dan bagi yang ingin berpuasa, namun tidak tahu niat puasa bulan sya’ban silahkan lihat dibawah ini.

Kalender Puasa 2019 (Wajib dan Sunnah)

Niat Puasa Sya’ban

Berikut ini lafadz niat puasa sya’ban yang kami kutip dari website nu.or.id.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT.”

Jika orang yang ingin berpuasa pada bulan sya’ban dan pada malam harinya lupa untuk membaca niat, bisa membaca lafadz niat seketika dia ingat dengan catatan yang bersangkutan belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum atau perkara lain sejak fajar.

Berikut ini niat puasa bulan sya’ban ketika lupa membaca niat pada malam hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ”

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Sya‘ban hari ini karena Allah SWT.”

Demikianlan niat puasa bulan sya’ban atau nisfu sya’ban, sekarang kita lanjutkan pembahasan tentang keutamaan-keutamaan puasa sya’ban.

Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Berbukanya

Keutamaan Puasa Sya’ban

Disebutkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali mengenai hikmah puasa Sya’ban sebagai berikut.

  1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Haram) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu. Sebagaimana seseorang yang berzikir di tempat orang-orang yang begitu lalai dari mengingat Allah—seperti ketika di pasar—maka zikir ketika itu adalah amalan yang sangat istimewa.
    Abu Sholeh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tertawa melihat orang yang masih sempat berzikir di pasar. Kenapa demikian? Karena pasar adalah tempatnya orang-orang lalai dari mengingat Allah.”
  2. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berpuasa setiap bulannya sebanyak tiga hari. Terkadang beliau menunda puasa tersebut hingga beliau mengumpulkannya pada bulan Sya’ban. Jadi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Sya’ban sedangkan di bulan-bulan sebelumnya beliau tidak melakukan beberapa puasa sunnah, maka beliau meng-qodho’-nya ketika itu. Sehingga puasa sunnah beliau menjadi sempurna sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.
  3. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243).

Demikianlah pembahasan tentang puasa sya’ban lengkap dengan berbagai keutamaannya, semoga kita bisa meneladani Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan dipermudah untuk memperbanyak puasa pada bulan syaban.

Semoga apa yang kami tulis di website Kajiandoa.com dapat bermanfaat dan jika ada kesalahan mohon maaf serta mohon dikoreksi.

Tinggalkan komentar