Tata Cara dan Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid dan Bersetubuh (Junub)

Tata Cara dan Doa Mandi Wajib – Assalamu’alaikum sehabat kajiandoa.com, senang sekali saya bisa menyapa dan berbagi informasi lagi. Pada kesempatan yang baik ini kajiandoa akan berbagi tata cara dan bacaan doa mandi wajib lengkap dengan tata cara mandinya.

Bagi seorang muslim, mengetahui cara mandi wajib yang benar merupakan perkara yang wajib. Namun masih banyak dari saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya, hal tersebut bisa disebabkan oleh banyak perkara mulai dari malas mempelajarinya, terlalu sibuk dengan aktivitas atau tidak tahu apa itu mandi wajib.

Karena hal tersebut bersifat wajib yang artinya jika tidak ditunaikan kita akan mendapatkan dosa, maka mari kita sama-sama belajar agar lebih paham.

Beberapa hal yang akan kita pelajari dalam artikel ini yaitu pengertian mandi wajib, sebab seseorang harus mandi wajib, bacaan niat doa mandi wajib setelah berhubungan dan haid serta tata cara mandi wajib bagi wanita dan pria.

Tata Cara dan Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid dan Junub

Tata Cara dan Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid dan Bersetubuh (Junub)

Pengertian Mandi Wajib/Junub

Mandi wajib atau mandi besar adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara tertentu dan diawali dengan niat untuk menghilangkan hadats besar.

Mandi besar ditunaikan karena sebab-sebab tertentu yang mewajibkan bersuci dengan cara mandi. Adapun sebab seseorang harus melakukan mandi wajib diantaranya.

Sebab Seseorang Harus Mandi Wajib

  1. Mengeluarkan air mani baik disengaja maupun tidak sengaja
  2. Melakukan hubungan suami istri / hubungan intim / bersetubuh
  3. Selesai haid / menstruasi
  4. Melahirkan (wiladah) dan pasca melahirkan (nifas)
  5. Meninggal dunia yang bukan mati syahid

Landasan Perintah Untuk Mandi Wajib / Mandi Junub

Landasan perintah untuk melakukan mandi wajib karena sebab-sebab tersebut sudah terkandung di dalam Al – Qur’an, yakni :

  1. Q.S Al-Maidah ayat 6, yang artinya :
    “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak menger­jakan salat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sam­pai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki ka­lian sampai dengan kedua mata kaki; dan jika kalian junub, ma­ka mandilah; dan jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempu­an, lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah de­ngan tanah yang baik (bersih); sapulah muka kalian dan tangan kalian dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.”
  2. Q.S An – Nisa ayat 43, yang artinya :
    “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendekati shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, sampai kalain mengetahui apa yang kalian katakan; dan jangan pula dalam keadaan junub, kecuali sekedar lewat, sampai kalian mandi; dan jika kalian dalam keadaan sakit, atau safar, atau salah seorang dari kalian datang dari tempat menunaikan hajat, atau kalian “menyentuh” perempuan, kemudian kalian tidak mendapatkan air maka bertayammumlah kalian dengan debu yang suci. Maka usaplah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian, sesungguhnya Allah itu adalah Maha memaafkan lagi Maha mengampuni.”

Sunnah-sunnah Mandi Wajib

  • Membaca bismillah
  • Berwudhu terlebih dahulu
  • Mengusap-ngusap tangan pada badan saat mandi
  • Bersegera melakukan mandi ketika sudah berhadats
  • Mendahulukan bagian tubuh yang kanan dibandingkan yang kiri.

Bacaan Doa Mandi Wajib / Junub

Setiap perkara pasti diawali dengan niat, karena setiap amal dinilai dari niat. Adapun niat doa mandi wajib, yaitu :

Niat Mandi Wajib Secara Umum :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

(Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa)

Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَ

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Artinya: saya niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Mandi Wajib

  1. Mengucapkan “Bismillah” sebelum memasuki kamar mandi
  2. Tuangkan air lalu cuci kedua tangan
  3. Ambil air dengan tangan kanan atau gayung lalu cuci area kemaluan dengan tangan kiri
  4. Bersihkan kotoran yang tersisa di tangan kiri dengan menggosokkannya ke tanah atau menggunakan sabun
  5. Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung kemudian melakukan wudhu tanpa mencuci kaki karena akan dilakukan nanti di akhir
  6. Basahi rambut secara merata dengan jari sampai seluruh kepala dan rambut menjadi basah
  7. Tuangkan air ke kepala tiga kali
  8. Tuangkan lagi ke seluruh tubuh mulai dari bagian kanan tubuh dengan mandi atau yang lain
  9. Pindah tempat lalu cuci kedua kaki dan masukkan jari-jari kaki sampai seluruh kaki basah

Maimunah binti al – Harits ra, mengatakan : Sayalah yang menyiapkan air rasulullah mandi janabah. Lalu Maimunah menuangkan air menggunakan tangan kanannya di atas tagan kiri sebanyak dua hingga tiga kali, lalu dilanjutkan mencuci bagian kemaluannya, setelah itu menggosok tangannya dengan tanah atau di gosokkan di tembok sebanyak dua hingga tiga kali.

Dilanjutkan Rasulullah berkumur dan menghirup air ( istinsyaq ). Kemudian beliau mencuci mukanya dan juga kedua tangannya hingga ke siku. Kemudian beliau menyiram kepalanya lanjut seluruh tubuhnya. Lalu beliau berpindah tempat, setelah itu mencuci kedua kakinya.

Dilanjutkan Maimunah memberi kain rasulullah seperti kain handuk, akan tetapi beliau tidak mau dan beliau lebih memilih menyeka air yang ada di tubuhnya menggunakan tangannya. ( HR. Bukhari dan Muslim).

Hal – hal yang dilarang ketika belum melakukan mandi wajib atau mandi besar.

Berikut ini beberapa hal yang dilarang ketika belum melaksanakan mandi wajib dan masih berhadast besar.

  • Tidak boleh menyentuh mushaf Al – Quran dan membacanya.
  • Tidak boleh melaksanakan sholat baik itu sholat wajib atau sholat sunnah.
  • Tidak boleh melakukan I’tikaf atau berdiam diri di masjid.
  • Tidak boleh melakukan puasa baik puasa wajib ataupun puasa sunnah.
  • Tidak boleh melakukan Thawaf pada saat berhaji.
  • Tidak boleh di cerai ataupum diberikan talak hingga dalam keadaan suci lagi.

Baca juga :

Demikianlah tata cara dan doa mandi wajib lengkap dengan dalil-dalil yang kami rangkum dari sumber terpercaya. Semoga dengan apa yang kami sampaikan kita bisa sama-sama belajar dan membenahi cara mandi wajib kita yang masih ada kesalahan.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan di sosial media teman-teman agar semua bisa belajar dan memahami bagaimana cara mandi wajib yang benar. Masih banyak yang ingin kami sampaikan, jadi jangan lupa kunjungi terus website Kajiandoa.com ya..wassalamu’alaikum