Tata Cara Sholat Dhuha : Waktu, Niat, Doa dan Keutamaan

 Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap

Tata Cara Sholat Dhuha : Waktu, Niat, Doa dan Keutamaan

Tata Cara Sholat Dhuha – Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sholat sunnah yang diajarkan melalui nabi Muhammad kepada hambaNya. Waktu pelaksanaan sholat dhuha yaitu diawali ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta setelah terbit (sekitar pukul tujuh pagi) dan berakhir sebelum masuk waktu dzuhur.

Seperti sholat sunnah lainnya, sholat dhuha juga memiliki keistimewaan tersendiri yang dijanjikan oleh Allah. Salah satu keistimewaan dari sholat dhuha yaitu akan dibangunkan rumah di surga bagi hamba yang mengerjakan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Anas ra:

 

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana di surga.”

Dan bagi orang-orang yang istikomah dalam menjalankan sholat dhuha akan disediakan pintu khusus untuk memasuki surga, pintu tersebut disebut pintu dhuha.

Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Washiyatul Musthofa, Nabi Muhammad  SAW berwasiat kepada Sayidina ‘Ali :

 

Wahai Ali: “Dirikanlah shalat dhuha, baik dalam keadaan berpergian maupun mukim (di rumah). Sesungguhnya ketika hari kiamat tiba, maka ada suara yang memanggil dari atas surga, “Dimanakah orang-orang yang telah mengerjakan sholat Dhuha?” Masuklah dari pintu Dhuha dengan rasa aman dan sentosa”. Dan Allah tidaklah mengutus seorang nabi, melainkan ia memerintahkannya untuk mengerjakan shalat sunnah Dhuha.

Itulah beberapa keistimewaan menjalankan sholat sunah dhuha. Namun dalam menjalankan ibadah apapun alangkah baiknya kita niatkan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Waktu Sholat Dhuha

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin yang ditulis dalam kitab Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 289 “Awal waktu shalat Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak ketika dilihat, yaitu 15 menit SETELAH matahari terbit.”

Kenapa kita disarankan menunggu sekitar 15 menit setelah matahari terbit? Hal tersebut agar kita tidak melaksanakan sholat pada waktu yang dilarang. Sebagaimana yang disebutkan hadits Rasulullah dibawah ini :

Hadis dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Dalil Waktu Dhuha

Dari Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

Untuk lebih jelas dan praktis soal waktu sholat dhuha, kita bisa melihat jadwal sholat yang sudah diterbitkan oleh lembaga-lembaga resmi. Anda bisa berkunjung di www.jadwalsholat.org atau https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalshalat yang dikelola oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.

Didalam table jadwal sholat tersebut tertera juga jadwal waktu sholat dhuha, namun hanya waktu awal sholat dhuha sedangkan untuk waktu akhir sholat dhuha yaitu lebih kurang 15-20 menit sebelum masuk waktu sholat dzuhur. Jadi silahkan anda hitung sendiri sesuai dengan jadwal sholat kota anda.

Niat Sholat Dhuha

Niat Sholat Dhuha

Bacaan niat Sholat Sunnah Dhuha :

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh-Dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillaahi ta’aalaa.

Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan Sholat Sunnah Dhuha, dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala.

Doa Sholat Dhuha Arab dan Artinya

Bacaan doa setelah sholat dhuha :

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Doa Setelah Sholat Dhuha Latin

“Allaahumma Innadh Dhuhaa a dhuhaa uka wal bahaa a bahaa uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma Inkaana rizqiy fis samaa i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fa yassirhu wa inkaana harooman fa thohhirhu wa inkaana ba’iydan fa qorribhu. Bihaqqi dhuhaa ika wabahaa ika wajamaalika waquwwatika waqudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakas sholihiin.”

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha

 1. Wasiat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Kekasihku (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Pengganti Sedekah Seluruh Sendi

Menarik sekali, setiap pagi semua persedian kita ternyata diwajibkan untuk disedekahi. Lalu sedekah seperti apa? HR. Muslim dibawah ini menjelaskan tentang sedekah persedian tersebut :

 “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian diantara kalian untuk bersedekah. Setiap tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, setiap takbir (Allahu akbar) bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang berbuat munkar) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat.” (HR. Muslim)

3. Membawa Kecukupan

Dengan izin Allah, orang yang melaksanakan sholat dhuha 4 rakaat akan di cukupi sepanjang hari itu. Hal tersebut dikutip berdasarkan sabda Rasulullah yang tertulis dalam HR. Ahmad bahwa :

Nu’aim bin Hammar al-Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat di awal siang (di waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.’” (HR. Ahmad 5/286)

4. Termasuk Ahli Taubat

Orang yang istikomah dalam menjalankan sholat sunnah dhuha termasuk orang ahli taubat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :

“Sholatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim)

Dalam Penjelasan kitab Riyadush Shalihin, 2 ulama besar umat islam yaitu Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa sholat yang dimaksud dalam hadits diatas adalah sholat dhuha.

5. Memperoleh Pahala Haji & Umroh

Jika dikerjakan satu paket dengan sholat subuh berjamaah di masjid, kita akan mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umroh. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :

“Barangsiapa yang melaksanakan sholat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan sholat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586).

Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat sunnah dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat dan Rasulullah terkadang mengerjakan 4, kadang juga 8 rakaat dengan pola 2 rakaat salam – 2 rakaat salam. Untuk maksimal rakaat yang bisa dikerjakan sebagian ulama mengatakan maksimal 12 rakaat, ada juga yang mengatakan bisa lebih banyak sampai waktu dhuha habis.

Dalil yang menjelaskan tentang rakaat sholat dhuha, yaitu :

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih).

Untuk tata cara mengerjakan sholat dhuha sama dengan mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat pada umumnya, yang membedakan adalah pada niat sholat. Adapun cara mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat, yaitu :

  • Niat
  • Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Demikianlah tata cara sholat dhuha lengkap dengan waktu pelaksanaan, niat sholat dhuha, doa setelah sholat dhuha dan juga faedah atau keutamaan sholat dhuha. Semoga apa yang saya sampaikan pada artikel ini bermanfaat dan jika ada kesalahan mohon koreksinya melalui komentar dibawah ini.

Referensi :

https://thegorbalsla .com/doa-sholat-dhuha/

https://elizato .com/doa-sholat-dhuha/

http://bersamadakwah .net/tata-cara-sholat-dhuha/

https://banghen .com/waktu-sholat-dhuha-mulai-jam-berapa/

Tinggalkan komentar